Tag Archives: kenaikan daging sapi

Manfaat Iga Sapi Bagi Kesehatan Tubuh

Daging Iga Sapi atau rib adalah bagian daging sapi yang berasal dari daging di sekitar tulang iga atau tulang rusuk. Rib-eye steak adalah potongan dalam bentuk steak, bisa dengan tulang (bone in) atau tanpa tulang (boneless). Iga sapi mengandung berbagai nutrisi yang diperlukan oleh tubuh diantaranya adalah:

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Protein
Iga mengandung 7g protein per 3 1/2-oz. Protein mencegah osteoporosis bila dikombinasikan dengan kalsium dan D. rendah protein vitamin diet menurunkan efisiensi usus dan menyebabkan kegagalan untuk menyerap kalsium yang cukup. Iga sapi menyediakan protein dan kalsium bersama-sama, selama Anda merebus tulang dengan cairan diasamkan, seperti air dicampur dengan jus lemon, anggur atau cuka, untuk membantu melepaskan kalsium dari matriks tulang.

Kalsium
Selain mencegah osteoporosis, kalsium bekerja sama dengan kalium, natrium dan magnesium untuk mengontrol fungsi jantung dan tekanan darah. Selain itu Iga Sapi juga mengandung zat besi (480,7 mg) dan fostor (3,1 mg). Oleh sebab itu, mengkonsumsi iga sapi dalam jumlah tertentu sangat berkhasiat bagi tubuh

Zat Besi

Adanya zat besi memungkinkan manusia memproduksi hemoglobin dan myoglobin dalam sel darah merah dan mengikat oksigen dari paru-paru lalu membagikannya ke seluruh jaringan tubuh. Ada dua macam zat besi yang aktif dalam tubuh manusia, yaitu heme-iron dan non-heme iron. Heme-iron umumnya berasal dari daging hewani, ikan dan jeroan sedangkan non-heme iron berasal dari tumbuh-tumbuhan, raisin serta makanan yang diperkaya oleh suplemen vitamin dan Mineral. Zat besi juga menjadi komponen penting dalam otot dan membantu laju pertumbuhan sel-sel tubuh. Zat besi, tidak seperti kalsium, 100% berasal dari sumber luar dan tidak bisa diproduksi sendiri oleh tubuh.

Sumber gambar : masdani.indonetwork.com

Kari Sapi Cegah Alergi Makanan

kari-daging-sapi-pekat

Banyak orang alergi terhadap makanan tertentu. Alergi makanan atau food intolerance adalah reaksi abnormal yang timbul akibat sistem kekebalan tubuh menolak kehadiran benda asing tertentu yang masuk ke dalam tubuh.

Reaksi penolakan ini muncul dalam bentuk asma, gatal-gatal, radang kulit, diare, sakit kepala. Ada 5 makanan utama yang sering dituduh sebagai biang alergi, antara lain; susu, gandum, telur, gula, dan seafood.

Agar lebih tahan terhadap alergi, antibodi yang ada dalam badan kita harus ditingkatkan. Antibodi ini berfungsi untuk memperkuat sistem kekebalan tubuh terhadap serangan alergen (unsur pemicu alergi). Tambahan asupan vitamin dan mineral, seperti vitamin A, C, B6, termasuk zinc, zat besi, mampu mendukung kekebalan tubuh.

Untuk 4 porsi
Bahan:

(waktu persiapan: 10 menit)
2 sdm minyak sayur
3 siung bawang putih, cincang
50 g bawang bombai, iris tipis melintang
1 sdm bumbu kari bubuk
250 g tomat merah, kupas, potong dadu kecil
350 g hati sapi, potong dadu 2×2 cm
350 ml air
1 sdt air jeruk lemon
½ sdt garam
150 yogurt tawar

Cara membuat:
(waktu memasak: 15 menit)

  • Panaskan minyak, tumis bawang putih, bawang bombai, dan bumbu kari sampai harum.
  • Masukkan tomat dan hati sapi. Aduk hingga hati sapi kaku. Tambahkan air, didihkan. Masak sampai hati sapi matang. Angkat.
  • Masukkan air jeruk lemon, garam, dan yogurt. Aduk rata. Sajikan.

TIP DAPUR :

  • Pilih hati sapi yang berkualitas baik. Cirinya : hati berwarna merah cerah, tidak beraroma, dan teksturya kenyal. Hati sapi bisa diganti dengan hati ayam.
  • Yogurt sangat baik sebagai pengganti santan. Citarasanya tetap gurih dengan sentuhan rasa asam yang lembut.

TIP SEHAT:

  • Hati sapi merupakan sumber vitamin A, B6, dan zat seng. Selain bermanfaat untuk meningkatkan imunitas tubuh, juga baik untuk menjaga kesehatan kulit, mata dan rambut.
  • Yogurt yang sarat bakteri probiotik alias bakteri baik, sangat diperlukan bagi ketahanan tubuh.
  • Beberapa kandungan kimia dalam makanan juga perlu diwaspadai sebagai pencetus alergi, di antaranya salisilat (kacang, kopi, teh, bir, anggur), amino (keju, cokelat, anggur, alpukat, tomat), benzoat (sayuran, kerang, kopi), bahan aditif pada makanan olahan (bahan pengawet, perwarna, pemutih, pemanis buatan, pelarut untuk ekstraksi).

Sumber : resep.web.id

9 Manfaat Hati Sapi untuk Kesehatan Tubuh

hatisapi

Selama ini kita mengetahui bahwa bahwa makanan yang banyak mengandung mikronutrien (vitamin, mineral dan elemen) yang kita butuhkan paling besar terkonsentrasi pada manfaat buah-buahan dan sayuran. Meskipun hal tersebut benar adanya, ternyata kandungan mikronutrien juga dapat kita temukan dalam daging dan jeroan.

Beberapa kalangan terlihat enggan untuk mengkonsumsi jeroan terutama bagian hati. Mereka menyatakan bahwa bagian hati merupakan organ penyimpan racun. Meskipun memang benar salah satu fungsi hati adalah untuk menetralisir racun seperti obat-obatan, bahan kimia dan racun akan tetapi hati tidak menyimpan racun. Di sisi lain, hati adalah adalah organ penyimpanan untuk kebanyakan nutrisi penting (seperti vitamin A, D, E, K, B12 dan asam folat, dan mineral seperti tembaga dan besi) yang diperlukan tubuh.

Kandungan Nutrisi Hati Sapi

Hati sapi menawarkan sejumlah besar protein, asam amino esensial, vitamin dan mineral. Sepotong hati sapi dengan berat 68 gram hanya mengandung lemak dan lemak jenuh sebesar 6 % dari nilai harian yang dibutuhkan tubuh, 2% natrium dan 1% karbohidrat. Satu porsi memiliki sekitar 130 kalori.

Sepotong hati sapi memasok 40% protein yang diperlukan tubuh untuk membuat dan memperbaiki sel-sel, mengubah makanan menjadi energi, membuat enzim tertentu, hormon, antibodi dan memproduksi asi. Ketika tubuh kekurangan protein, hal itu akan merusak asam amino. Ada 21 asam amino yang dibutuhkan tubuh, hati sapi memasok +/-  4 dari asam amino esensial yang diperlukan tubuh.

Selain itu, hati sapi juga menyediakan 2% kandungan vitamin yang memainkan peran penting dalam produksi bahan genetik dan sel-sel darah merah dan kesehatan neurologis. Kandungan lainnya adalah vitamin A yang merupakan bagian integral dari organ vital, kekebalan, visi dan fungsi reproduksi dan juga aktif dalam komunikasi sel, pertumbuhan dan diferensiasi. Berikutnya adalah kandungan riboflavin yang membantu sistem memetabolisme makanan tubuh dan menjaga kesehatan kulit.

Kandungan lain dari hati sapi adalah zinc dan seng yang sangat berguna dalam proses metabolisme sel, kekebalan tubuh, memproduksi DNA, penyembuhan luka dan pembelahan sel. Zat besi membantu mengangkut oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh dan juga membantu dalam pertumbuhan dan pembelahan sel. Kandungan hati sapi lainnya adalah  selenium yang membantu tubuh melawan kerusakan sel dari radikal bebas. Sistem kerja selenium dan protein dapat membentuk antioksidan yang kuat yang disebut selenoproteins. Selenoproteins dapat membantu mencegah kanker dan penyakit jantung. Selenium juga memainkan peran penting dalam fungsi kekebalan tubuh dan tiroid.

Rincian Nutrisi Hati Sapi

Sejumlah nutrisi di atas, membuat hati sapi sangat layak untuk dikonsumsi. Berikut ini manfaat hati sapi bagi kesehatan :

  1. Mengatasi anemia

Anemia atau penyakit kurang darah merupakan sebuah penyakit yang disebabkan karena kekurangan asam folat dan manfaat zat besi dalam tubuh. Asam folat merupakan bahan essensial untuk sintesis DNA dan RNA yang penting untuk metabolisme inti sel termasuk sel darah merah. Sedangkan zat besi merupakan unsur yang penting dalam pembentukan sel darah merah.

Seseorang yang mengalami gangguan dalam pembentukan sel darah merah, maka kadar hemoglobin (Hb) dalam darah menjadi tidak normal yang menyebabkan pasokan oksigen dalam tubuh menjadi terganggu. Akibatnya tubuh terasa lemah, letih, lesu, dan muka pucat. Asam folat dan zat besi banyak terdapat pada hati.

  1. Menyehatkan otak

Hati sapi banyak mengandung manfaat vitamin B yang berguna untuk kesehatan otak serta penting bagi kesiapan kerja sel-sel syaraf. Kekurangan vitamin B12 dapat menyebabkan gangguan pada selaput syaraf, gangguan memori, serta dapat menyebabkan terjadinya dimentia (kepikunan) bahkan gangguan mental yang lebih parah. Hal ini disebabkan karena glukosa sebagai sumber energi untuk disalurkan ke seluruh tubuh terhalang.

Selain itu, kekurangan thiamin (vitamin B1) dapat menyebabkan penurunan kecepatan motorik, kekacauan mental, gangguan daya ingat, dan fungsi kognitif.

  1. Meningkatkan daya ingat

Sebuah study yang diterbitkan dalam jurnal Nutritional Neuroscience dan Behavioural Brain Research menyatakan bahwa  kandungan kolin yang terdapat dalam hati sapi dapat membantu meningkatkan memori otak dalam jangka panjang.

  1. Sumber gizi pada masa kehamilan

Pada masa kehamilan, wanita sering mengalami gangguan gizi yang disebabkan asupan nutrisi dalam tubuhnya berkurang. Hal ini bisa menyebabkan perkembangan dan pertumbuhan janin menjadi terganggu. Biasanya wanita hamil mengalami kekurangan asam folat dan zat besi. Kedua zat tersebut juga terdapat dalam hati sapi, sehingga mengkonsumsi jeroan tersebut dapat membantu memberikan asupan gizi saat kehamilan.

Selain itu pada masa kehamilan, seorang wanita juga rentan terhadap gangguan anemia akibat kekurangan zat besi. Hai ini disebabkan karena naiknya volume darah secara pesat. Untuk itu, mereka sangat membutuhkan tambahan zat besi untuk mencegah gejala anemia terjadi.

  1. Perkembangan sistem saraf

Kandungan asam folat dalam hati sapi sangat dibutuhkan untuk perkembangan sistem saraf serta dapat mencegah terjadinya kecacatan pada janin, seperti cacat otak dan sumsum tulang belakang. Kebutuhan asam folat meningkat semasa kehamilan. Kekurangan asam folat dapat menyebabkan kecacatan saat bayi lahir seperti bibir sumbing, berat badan yang rendah, down syndrom, serta resiko keguguran. Kelainan lainnya seperti gangguan buang air besar dan kecil pada bayi, tidak dapat berjalan dengan tegak dan gangguan emosi.

  1. Meningkatkan sistem kekebalan tubuh

Kandungan zinc dan manfaat vitamin A yang terdapat dalam manfaat hati sapi dapat memelihara kesehatan jaringan epitel termasuk pembuluh darah. Kedua zat gizi ini mampu membantu mencegah kerusakan pembuluh darah dan membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Kekurangan vitamin A dapat menyebabkan tubuh lebih rentan terhadap serangan infeksi baik karena virus, bakteri maupun mikroorganisme lainnya.

Selain itu kekurangan vitamin A juga dapat menyebabkan terjadinya penyakit autoimun. Kandungan zinc dan vitamin A juga dapat melindungi sel darah putih dari kerusakan akibat radikal bebas.

  1. Mencegah kanker dan jantung

Kandungan selenium dalam hati sapi dapat membantu melawan kerusakan sel dari radikal bebas untuk membentuk antioksidan dalam melawan sel-sel kanker serta dapat mencegah penyakit jantung. Selenium juga terdapat pada :

  • udang
  • kepiting
  • ikan tongkol
  1. Sebagai sumber energi

Hati sapi mengandung karbohidrat dan protein, yang keduanya berkontribusi untuk sumber energi yang nantinya akan memperkuat daya tahan tubuh.

  1. Menjaga kesehatan mata

Manfaat hati sapi sangat tinggi vitamin A yang sangat penting untuk mencegah katarak, infeksi mata dan degenerasi makula terkait usia. Vitamin A dalam hati sapi larut dalam lemak, sehingga tidak ada yang terbuang. Namun, terlalu banyak vitamin A juga dapat meracuni tubuh.

Namun, kita juga harus mengetahui bahwa dibalik manfaat yang diberikan oleh organ tubuh sapi tersebut, ternyata ada juga efek samping yang bisa ditimbulkan. Hati sapi mengandung sejumlah kolesterol sekitar 90% dari jumlah yang direkomnedasikan untuk tubuh. Mengkonsumsi makanan dengan kadar kolesterol tinggi, secara berlebihan  dapat meningkatkan resiko penyakit jantung dan stroke.

Sumber : manfaat.co.id

Mengenal Nilai Gizi Ikan

ikan2

IKAN terdiri dari ikan air tawar dan ikan laut. Keduanya adalah makanan sumber protein yangsangat penting untuk pertumbuhan tubuh. Ikan mengandung 18% protein terdiri dari asam amino esensial yang tidak rusak pada waktu pemasakan. Kandungan lemaknya 1-20 % lemak yang mudah dicerna serta langsung dapat digunakan oleh jaringan tubuh. Kandungan lemaknya sebagian besar adalah asam lemak tak jenuh yang dibutuhkan untuk pertumbuhan dan dapat menurunkan kolesterol darah.

Macam-macam ikan mengandung jumlah lemak yang bervariasi, ada yang lebih berlemak dan ada yang kurang berlemak. Lemak merupakan salah satu unsur besar dalam ikan. Unsur lainnya adalah protein, vitamin, dan mineral. Orang telah menyadari makan ikan dari laut dan air tawar lebih baik nilai gizinya, namun hanya orang di pesisir yang gemar makan ikan laut. Orang di daerah pedalaman jarang mengkonsumsi ikan laut, mungkin karena kesegarannya kurang terjamin sehingga bisa mengubah rasa ikan tersebut. Di daerah pedalaman yang ada sungai, empang, dan danau tentu banyak ikan air tawar yang tidak kalah nilai proteinnya dan juga bermanfaat untuk pertumbuhan tubuh.

Hasil penelitian menunjukkan, ikan mengandung protein yang berkualitas tinggi. Protein dalam ikan tersusun dari asam-asam amino yang dibutuhkan tubuh untuk pertumbuhan. Selain itu protein ikan amat mudah dicerna dan diabsorpsi. Selain ikan memang daging unggas, telur, susu, merupakan bahan makanan sumber protein yang berkualitas tinggi. Asam amino yang dikandungnya cukup banyak dan bervariasi sesuai yang dibutuhkan tubuh. Para ahli menemukan, komposisi asam amino dalam bahan makanan hewani sesuai dengan komposisi jaringan di dalam tubuh manusia. Oleh karena ada kesamaan ini maka protein dari ikan, daging, susu, unggas, dan telur mempunyai nilai gizi yang tinggi.

Ikan sering disebut sebagai makanan untuk kecerdasan. Ikan sebagai makanan sumber protein yang tinggi. Kalau dalam menu sehari-hari kita menghidangkan ikan, maka kita memberikan sumbangan yang tinggi pada jaringan tubuh kita. Absorpsi protein ikan lebih tinggi dibandingkan daging sapi, ayam, dan lain-lain. Mengapa demikian?

Daging ikan mempunyai serat-serat protein lebih pendek daripada serat-serat protein daging sapi atau ayam. Oleh karena itu ikan dan hasil produknya banyak dimanfaatkan oleh orang-orang yang mengalami kesulitan pencernaan sebab mudah dicerna. Vitamin yang ada dalam ikan juga bermacam-macam, yaitu vitamin A, D, Thiamin, Riboflavin, dan Niacin. Ikan juga mengandung mineral yang kurang lebih sama banyaknya dengan mineral yang ada dalam susu seperti kalsium, phosphor, akan lebih tinggi dibandingkan dengan susu. Ada dua kelompok vitamin dalam ikan yaitu larut dalam air dan larut minyak. Yang larut dalam minyak yaitu vitamin A dan D, yaitu dalam minyak ikan.

Nilai Gizi Ikan

Minyak ikan ini banyak dimanfaatkan pemberiannya pada anak-anak. Vitamin yang larut dalam air dan terdapat dalam ikan adalah 4 macam vitamin tergolong dalam famili vitamin B, yaitu B6, B12, Biotin, dan Niacin. Jumlah vitamin ini lebih banyak terdapat pada daging ikan yang berwarna lebih gelap dan dari daging ikan yang berwarna putih jumlah vitamin-vitamin B-nya hampir sama banyaknya dengan jumlah vitamin di dalam daging sapi atau ayam. Mineral dalam ikan mengandung banyak mineral termasuk magnesium, phosphor, iodium, fluor, zat besi, copper, zinc, dan selenium. Ikan dari laut banyak mengandung iodium, demikian juga hasil laut lainnya. Iodium sangat penting untuk mencegah penyakit gondok. Orang-orang di pegunungan yang banyak menderita sakit gondok, antara lain disebabkan jarang makan ikan laut. Kekurangan iodium yang dialami ibu sejak mengandung bayinya akan mengakibatkan bayi yang lahir kretin, dan juga bisa terjadi mental retarded atau IQ-nya rendah. Karena itu, pemerintah sekarang membuat peraturan menambahkan iodium pada setiap garam dapur yang dijual di pasaran.

Ikan bukan sebagai sumber kalsium kecuali kalau bisa dimakan dengan tulangnya. Selenium merupakan mineral yang terdapat dalam ikan dan dalam tubuh kita bekerjasama dengan vitamin E sebagai zat antioksidan untuk memperlambat oksidasi asam-asam lemak tak jenuh. Selenium bersama vitamin E mempertahankan elastisitas jaringan dan bila selenium kurang di dalam tubuh maka akan terjadi premature aging, yaitu suatu keadaan di mana seseorang tampak lebih tua dari umurnya. Oleh karena itu makanlah ikan terutama ikan laut banyak-banyak supaya premature aging bisa dicegah dan orang akan merasa lebih muda dari umurnya serta lebih aktif.

Ikan juga mengandung banyak fluor. Anak-anak yang cukup mendapat fluor di dalam makanannya giginya lebih sehat. Hal ini bisa dilihat dari anak yang hidup di pantai insiden sakit gigi jarang ditemui. Agar orang gemar makan ikan, banyak cara mengolah yang tersebar di Nusantara dengan tradisi masing-masing daerahyang bisa dipelajari supaya banyak variasi dalam pengolahannya.

Selain sangat bermanfaat untuk kesehatan tubuh, ikan juga mudah didapatkan karena negeri kita negeri kepulauan. Namun mengapa masih ada masyarakat yang menolak makan ikan? Oleh karena itu seorang ibu yang bijak sebaiknya mengenalkan ikan sejak anak bayi lewat nasi tim, karena nilai gizinya yang tinggi untuk pertumbuhannya juga supaya kalau besar anak akan gemar makan ikan. Kerang-kerangan juga sama dengan ikan mengandung protein dan mikromineral yang sangat dibutuhkan tubuh. Hidangkanlah menu ikan dalam menu sehari-hari. Supaya tidak bosan berilah variasi hidangan dari Nusantara sekaligus memperkenalkan selera dari Nusantara yang sangat kaya akan aroma bumbu tradisional dan mempunyai unsur kesehatan juga.

Sumber : Diolah dari berbagai sumber

Harga Daging Sapi Masih Mahal, Pedagang Merana, Lesu, dan Mengeluh

esdddd

Mahalnya harga daging sapi membuat pedagang di Pasar Rumput Manggarai, Tebet, Jakarta Selatan, lesu (22/2/2016).

TEBET – Harga daging sapi di sejumlah pasar tradisional di Jakarta, Senin (22/2/2016), masih mahal. Hal itu membuat pedagang mengeluh karena sepinya pembeli.
Samin (52), seorang pedagang daging sapi di Pasar Rumput Manggarai, Tebet, Jakarta Selatan. Mengatakan ia dan pedaganglain menjual daging sapi dengan harga rata-rata Rp 120.000 per kilogram (kg).

Menurutnya harga itu termasuk mahal karena daya beli masyarakat berada di kisaran Rp 95.000-Rp 100.000 perkilogram. “ Buktinya pembeli sepi.”-katanya.

“Pedagang jadi serba susah. Mau jual murah nggak mungkin karena rugi. Tapi dengan harga sekarang nggak ada yang mau beli.” ujar Samin kepada Warta Kota.

Menurut Samin, mahalnya harga daging sapi sudah berlangsung sejak tahun lalu. Imbasnya, sudah beberapa bulan terakhir pedagang hanya mampu menjual daging sapi dalam jumlah kecil.

“Dulu saat harganya masih Rp 95.000 (per kg), saya bisa jual 50 kg sehari. Sekarang bisa kejual 20 kilo saja sudah bagus,” katanya.

Sunyoto (43), pedagang lainnya, mengatakan, pedagang mau tak mau menjual daging sapi seharga Rp 120.000 perkilogram karena harga di tingkat feedloter (penggemukan sapi) sendiri sudah mahal. Hal itu karena mayoritas daging sapi masih impor dan proses distribusinya memakai dollar.

“Pemerintah kan bilang sapi lokal sudah banyak di pasar. Kenyataannya yang banyak masih sapi impor. Sapi lokal masih jarang,” bilang Sunyoto.

Dia menduga harga daging sapi belum akan turun hingga dua-tiga bulan ke depan. Bahkan, harga komoditas ini sangat mungkin naik menjelang bulan Ramadhan Juni yang akan datang. “Bisa sampai Rp 150.000 perkilo kalau bulan puasa,” katanya.

Mahalnya harga daging sapi juga dikeluhkan pedagang di Pasar Minggu, Kecamatan Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Bahkan harga rata-rata daging sapi di pasar ini lebih tinggi dibandingkan harga di Pasar Rumput Manggarai.

Abdul Soleh (46), seorang pedagang, mengatakan, harga rata-rata daging sapi yang dijual pedagang di Pasar Minggu mencapai Rp 125.000 perkilogram. “Itu pun tergantung kualitas dagingnya. Kalau daging yang bagus ada yang jual Rp 140.000 perkilo,” ujarnya.

Soleh mengungkapkan, harga daging sapi yang tinggi membuat pembeli beralih ke komoditas lain seperti daging ayam. Padahal dengan harga jual saat ini saja dia mengaku hanya mendapat untung sedikit. “Paling ambil (untung) Rp 10.000 perkilo,” katanya.

Seorang pembeli, Masliyah (34), juga mengeluhkan mahalnya daging sapi. Dia mengaku kini jadi jarang membeli daging sapi buat keluarganya. “Dulu beli daging sapi bisa seminggu atau dua minggu sekali. Sekarang paling belinya (daging) ayam,” ujarnya.

Penulis: Gopis Simatupang

Editor: Gede Moenanto

Sumber: Warta Kota

Tips Mengolah Buntut Sapi

TZURB6YYjO

Buntut sapi merupakan bagian yang sering terlupakan karena strukturnya yang keras dan hanya sedikit daging yang menempel di bagian ini. Tapi jika diolah dengan tepat rasanya tidak akan kalah dengan bagian daging sapi lainnya. Saat ini banyak sekali beredar buntut sapi impor di pasar modern dan cukup sedikit buntut sapi lokal yang berada di pasar tradisional.

Kita lihat perbedaan antara keduanya berdasarkan pengalaman salah satu executive chef hotel berbintang di Jakarta

Perbedaan buntut sapi lokal dan impor

1)       Lokal
Buntut sapi lokal selalu tersedia dalam kondisi segar. Di pasar tradisional, buntut ini tidak selalu tersedia karena jumlahnya yang terbatas. Bentuknya beragam dan ukurannya cenderung lebih kecil dibandingkan dengan buntut sapi impor. Dagingnya pun tidak sebanyak dan setebal buntut impor, tetapi kandungan lemaknya lebih sedikit. Tekstur daging pada buntut sapi lebih lokal lebih liat atau keras sehingga memerlukan waktu yang lebih lama saat dimasak.

2)       Impor
Buntut sapi impor banyak di pasaran dalam kondisi beku. Umumnya ukuran buntut sapi impor besar dan banyak mengandung lemak, bahkan di dalam dagingnya. Tekstur daging buntut sapi impor lebih lunak sehingga memerlukan waktu lebih singkat dalam mengolah.

Membersihkan buntut

  • Buntut sapi mudah untuk dibersihkan, karena di pasaran buntut sapi dijual dalam keadaan bersih dari kulit luarnya.  Cukup menggunakan pisau untuk membuang lemak berlebih yang menempel di buntut sapi.
  • Untuk menghilangkan bau anyir, tambahkan daun salam dan jahe selama 15 menit dalam rebusan air buntut sapi yang telah mendidih. Cara ini pun dapat menghilangkan bakteri dan lemak yang tidak bisa hilang dengan bantuan pisau.
  • Air rebusan buntut sapi yang pertama sebaiknya dibuang, karena mengandung banyak lemak dan warnanya cenderung pekat.

Tips:
Jangan terlalu banyak memberikan tambahan bumbu atau rempah pada rebusan buntut yang pertama karena akan merusak rasa dan aroma dari buntut yang akan diolah selanjutnya.

sumber : yenyekawaty.com