Category Archives: Tips

Tips Mengolah Babat Sapi Agar Empuk dan Tak Bau

Selamat pagi.. Semangat menggebu di hari Rabu :D tetap semangat menjalani aktivitas ;) Membuat olahan dari babad sapi sepertinya cocok untuk menu makan siang bersama keluarga tercinta :) Soto babat, nasi goreng babat, dan babat gongso adalah beberapa jenis olahan babat sapi yang banyak digemari. Tapi mungkin tak banyak yang tahu bahwa ada proses panjang untuk membuat bahan makanan yang sebelumnya dianggap menjijikkan tersebut menjadi sajian yang menggoyang lidah.

Babat PTN

Mengolah jeroan sapi, termasuk babat, memang gampang-gampang susah. Harus diperhatikan benar proses pembersihannya agar babat sapi lebih menarik dipandang mata dan baunya tidak menyengat. Tantangan lainnya adalah bagaimana mengempukkan babat yang teksturnya cenderung alot dan membuat bumbu lebih meresap ke dalamnya.

Berikut ini adalah beberapa tips untuk mengolah babat sapi :

  • Pemilihan jenis babat. Babat yang bermotif seperti sarang lebah konon bisa lebih mudah menyerap bumbu karena polanya seperti spons. Sementara yang bisa cepat empuk adalah babat omasum yang berlapis-lapis seperti lembaran buku dan permukaannya mirip handuk.
  • Membersihkan babat. Babat yang belum dibersihkan biasanya berwarna hijau kusam, abu-abu, atau hitam. Untuk itu anda perlu membuang isi perutnya dan membilasnya sampai benar-benar bersih. Rebus babat dalam air mendidih, kemudian sikat/kerik babat sampai bersih di air mengalir. Buang pula lapisan bagian dalamnya. Rendam babat yang sudah dikerik di dalam air kapur sirih sambil diremas-remas sampai baunya hilang, kemudian bilas lagi dengan air. Bila baunya masih tajam, bisa direndam lagi dalam air jeruk nipis, lalu bilas.              Agar tidak terlalu repot, carilah babat yang warnanya lebih cerah karena biasanya sudah dibersihkan dari isi perutnya. Babat yang berwarna putih bersih kemungkinan direndam dalam klorin untuk membunuh kuman. Karena itu, perlu pembilasan beberapa kali supaya bau klorinnya hilang.
  • Agar babat empuk dan tidak bau. Rebus babat dalam air mendidih bersama  daun salam, lengkuas, serai, jahe, atau daun jeruk hingga empuk. Rempah daun tersebut juga berfungsi mengurangi aroma tidak sedap dari babat. Jenis babat, seperti dijelaskan sebelumnya, bisa turut mempengaruhi lama perebusan dan tingkat keempukan. Bila ingin menyingkat waktu, babat bisa direbus di dalam panci bertekanan selama ± 30 menit. Buang air rebusan babat, jangan gunakan untuk memasak karena baunya tidak sedap. Semoga bermanfaat  :)  Sumber : www.kabarkuliner.com

Jika Anda membutuhkan pasokan babat sapi dalam jumlah kecil/besar, silahkan hubungi Proteinatama

Proteinatama, Produsen, supplier, dan distributor berbagai jenis daging sapi lokal – impor, ayam, dan berbagai jenis sumber protein hewani lainnya dalam keadaan frozen yang dikemas secara rapih, ekonomis, dan higienish. Kami melayani pembelian skala kecil, menengah, maupun besar dengan pelayanan terbaik dan harga yang terjangkau, selain itu kami menyediakan pesan antar kerumah pembeli ( sesuai ketentuan ) dan untuk potongan daging dapat kami sesuaikan sesuai spesifikasi keinginan pembeli.

Nah menarik sekali bukan jika order daging sapi / ayam / sumber protein hewani lainnya pada kami. Untuk informasi lebih lanjut dan untuk pemesanan dapat hubungi kami :

Proteinatama:
Phone : 08111631817
Telpon : (021)5850528
Email   : proteinatama@gmail.com

Tips Mengolah Babat Sapi Agar Empuk dan Tak Bau

Selamat siang.. Jum’at baik & barokah, tetap semangat menjalani aktivitas ;) Membuat olahan dari babad sapi sepertinya cocok untuk menemani akhir pekan bersama keluarga tercinta :) Soto babat, nasi goreng babat, dan babat gongso adalah beberapa jenis olahan babat sapi yang banyak digemari. Tapi mungkin tak banyak yang tahu bahwa ada proses panjang untuk membuat bahan makanan yang sebelumnya dianggap menjijikkan tersebut menjadi sajian yang menggoyang lidah.

Babat PTN

Mengolah jeroan sapi, termasuk babat, memang gampang-gampang susah. Harus diperhatikan benar proses pembersihannya agar babat sapi lebih menarik dipandang mata dan baunya tidak menyengat. Tantangan lainnya adalah bagaimana mengempukkan babat yang teksturnya cenderung alot dan membuat bumbu lebih meresap ke dalamnya.

Berikut ini adalah beberapa tips untuk mengolah babat sapi :

  • Pemilihan jenis babat. Babat yang bermotif seperti sarang lebah konon bisa lebih mudah menyerap bumbu karena polanya seperti spons. Sementara yang bisa cepat empuk adalah babat omasum yang berlapis-lapis seperti lembaran buku dan permukaannya mirip handuk.
  • Membersihkan babat. Babat yang belum dibersihkan biasanya berwarna hijau kusam, abu-abu, atau hitam. Untuk itu anda perlu membuang isi perutnya dan membilasnya sampai benar-benar bersih. Rebus babat dalam air mendidih, kemudian sikat/kerik babat sampai bersih di air mengalir. Buang pula lapisan bagian dalamnya. Rendam babat yang sudah dikerik di dalam air kapur sirih sambil diremas-remas sampai baunya hilang, kemudian bilas lagi dengan air. Bila baunya masih tajam, bisa direndam lagi dalam air jeruk nipis, lalu bilas.              Agar tidak terlalu repot, carilah babat yang warnanya lebih cerah karena biasanya sudah dibersihkan dari isi perutnya. Babat yang berwarna putih bersih kemungkinan direndam dalam klorin untuk membunuh kuman. Karena itu, perlu pembilasan beberapa kali supaya bau klorinnya hilang.
  • Agar babat empuk dan tidak bau. Rebus babat dalam air mendidih bersama  daun salam, lengkuas, serai, jahe, atau daun jeruk hingga empuk. Rempah daun tersebut juga berfungsi mengurangi aroma tidak sedap dari babat. Jenis babat, seperti dijelaskan sebelumnya, bisa turut mempengaruhi lama perebusan dan tingkat keempukan. Bila ingin menyingkat waktu, babat bisa direbus di dalam panci bertekanan selama ± 30 menit. Buang air rebusan babat, jangan gunakan untuk memasak karena baunya tidak sedap. Semoga bermanfaat  :)  Sumber : www.kabarkuliner.com

Jika Anda membutuhkan pasokan babat sapi dalam jumlah kecil/besar, silahkan hubungi Proteinatama

Proteinatama, Produsen, supplier, dan distributor berbagai jenis daging sapi lokal – impor, ayam, dan berbagai jenis sumber protein hewani lainnya dalam keadaan frozen yang dikemas secara rapih, ekonomis, dan higienish. Kami melayani pembelian skala kecil, menengah, maupun besar dengan pelayanan terbaik dan harga yang terjangkau, selain itu kami menyediakan pesan antar kerumah pembeli ( sesuai ketentuan ) dan untuk potongan daging dapat kami sesuaikan sesuai spesifikasi keinginan pembeli.

Nah menarik sekali bukan jika order daging sapi / ayam / sumber protein hewani lainnya pada kami. Untuk informasi lebih lanjut dan untuk pemesanan dapat hubungi kami :

Proteinatama:
Phone : 08111631817
Telpon : (021)5850528
Email   : proteinatama@gmail.com

 

 

 

 

 

Menu mpasi (makanan pendamping asi) daging giling dan sayur

Hallo Bunda, ada yang masih bingung bagaimana memberikan makanan pada anak saat usia sudah memasuki usia 6bulan ?

Pemberian makan pada anak sebaiknya disesuaikan dengan tahapan perkembangan tubuhnya. Sebagai anak kecil yang sedang sibuk tumbuh berkembang, kebutuhan zat gizi tubuh anak sangat banyak loh. Jangan sampai dia kekurangan asupan zat gizi karena efeknya sangat fatal sekali, bahkan hingga kelak di usia dewasanya. ASI saja sudah tidak cukup buat anak di atas 6 bulan yaa Bun..Dalam pemberian MPASI, bayi boleh makan apa saja dari menu meja makan keluarga dan harus diperhatikan.

1. Jumlah takaran makanan yang diberikan

Pada awal MPASI di umur 6 bulan jumlah takaran makanan MPASI yang diberikan sekitar 2 – 3 sendok makan per kali pemberian.

Pada umur 6 – 8 bulan 29 hari, jumlah takaran makanan MPASI dinaikkan bertahap dari 2 – 3 sendok makan menjadi ½ cangkir/mangkok (125 mL) per kali pemberian. Jadi saat bayi umur 6 bulan 2 minggu diharapkan sudah lancar makan sehingga bisa diberikan takaran setengah mangkok (125 mL)  saat makan. –> ukuran cangkir/mangkok yg digunakan 250 mL.

Pada umur 9 – 11 bulan 29 hari, jumlah takaran makanan MPASI dinaikkan bertahap menjadi ½ cangkir/mangkok (125 mL) –> ukuran cangkir/mangkok 250 mL.

Pada umur 12 – 24 bulan, jumlah takaran makanan MPASI dinaikkan bertahap menjadi ¾ – 1 cangkir/mangkok (175 – 250 mL) –> ukuran cangkir/mangkok 250 mL.

2. Tekstur makanan MPASI

Pada umur 6 bulan tekstur makanan MPASI yang diberikan adalah makanan lumat/halus (bubur saring, pure atau makanan yang ditumbuk/dihaluskan). Pastikan tekstur makanan MPASI tidak terlalu cair atau encer, jadi gunakan sedikit saja air. Jadi tekstur bubur cair, tapi jika sendok dimiringkan bubur tidak tumpah.

Kemampuan Fisik Bayi Untuk Makan:

Bayi umur 5 bulan baru belajar menggerakkan sendi rahangnya dan makin kuat refleks hisapnya. Bayi umur 7 bulan bisa membersihkan sendok menggunakan bibirnya. Bayi saat ini bisa menggerakkan sendi rahang naik-turun juga gigi masih sedikit pun biasanya baru punya gigi seri yang bertugas memotong bukan menggilas makanan, sehingga proses mengunyah dan hasil partikel kunyahan masih kasar.  Mulai umur 8 bulan bayi telah mampu menggerakkan lidah ke samping dan mendorong makanan ke gigi-geliginya, makin stabil menjaga keseimbangan dan memegang sehingga dia sudah bisa menerima makanan finger food.

Umur 10 bulan merupakan waktu kritis bayi diharapkan sudah bisa memakan tekstur makanan MPASI semi-padat, sehingga mulai kenalkan makanan lembek tanpa saring di umur 9 bulan. Jika terlambat menaikkan tekstur makanan maka anak akan semakin sulit memakan makanan yang lebih padat. Umur 12 bulan sendi rahang bayi telah stabil dan mampu melakukan gerakan rotasi sehingga sudah bisa lebih canggih dalam mengunyah tekstur makanan MPASI kasar.

Selain itu bayi membutuhkan lebih banyak waktu untuk memanipulasi makanan tekstur padat untuk bisa mengunyahnya hingga menjadi partikel yang lebih kecil untuk ditelan. Akibatnya bayi akan memakan jumlah makanan yang lebih sedikit,sehingga asupan makanannya kurang dan kekosongan kebutuhan tubuhnya akan tetap kosong.

3. Bahan Makanan

Pencernaan serta organ tubuh bayi sudah siap mengolah bahan makanan lain selain ASI dan susu formula. Jadi bayi sudah boleh makan berbagai jenis bahan makanan, bukan hanya buah aja. Pada umur 6 bulan, ginjal bayi telah berkembang dengan baik sehingga mampu mengeluarkan produk sisa metabolisme termasuk dari bahan pangan tinggi protein seperti daging. Jadi, bukan menjadi alasan menunda pemberian daging merah, ikan dan telur. Supaya bayi tumbuh berkembang dengan baik sebaiknya kawal dengan pemberian menu protein hewani plus nabati.

Berikut ini contoh mpasi anak usia 10 bulan :

Untuk mendapatkan berbagai macam daging lokal-impor,kami Proteinatama supplier,reseller,dan distributor berbagai jenis daging sapi,ayam dan ikan dengan harga yang sangat terjangkau. Untuk info lebih lanjut dan untuk pemesanan bisa hubungi kami :

Proteinatama:

Phone           : 0811178 631
Telpon          : (021)5850528
Website      :proteinatama@gmail.com

Tips Menyimpan Daging Selama Bulan Puasa, Ibu Wajib Baca!

Daging menjadi menu di bulan puasa yang tak bisa dihindari. Sebab daging diketahui mengandung banyak protein dan lemak yang berguna untuk diolah menjadi energi di tubuh manusia.

Namun, karena permintaan pasar yang tinggi, daging bisa menjadi cukup mahal di saat Ramadhan. Maka daging harus disimpan dengan sebaik mungkin agar efisien digunakan. Selain itu, kiat menyimpan daging secara benar perlu dilakukan agar nutrisi didalam daging tidak hilang dan tetap terjaga kesegarannya.

lima tips singkat menyimpan daging secara benar:

1. Kenali daging yang baik
Sebelum menyimpan daging, ada baiknya masyarakat mengenali terlebih dahulu daging yang baik. Secara umum, daging yang sehat berwarna merah segar, tidak berlendir, dan memiliki bau khas daging. Apabila daging telah mengalami perubahan warna yang tidak semestinya, daging tersebut tidak layak dikonsumsi.

2. Simpan dalam plastik food grade
Sebelum dimasukkan ke kulkas, disarankan daging dipotong-potong sesuai takaran konsumsi. Sehingga, ketika akan mengolah daging tidak perlu mengeluarkan semua. Daging sebaiknya dimasukkan ke dalam plastik transparan yang tergolong food grade dan hindari menyimpan daging dalam kantong plastik berwarna-warni.

3. Masuk dan keluarkan secara bertahap
Setelah hewan dipotong, akan terjadi kontraksi atau ‘rigor mortis’ pada daging. Sebaiknya, kontraksi ini ditunggu hingga selesai kemudian daging dimasukkan ke dalam kulkas. Daging dimasukkan ke dalam kulkas secara bertahap, yaitu diletakkan di kulkas bagian refrigerator terlebih dahulu selama 24 jam. Kemudian, pindahkan daging ke dalam freezer. Hal ini untuk menghindari temperature shock yang dapat menyebabkan daging alot.

Selanjutnya, ketika mengeluarkan daging dari kulkas, juga disarankan untuk dilakukan secara bertahap. Pertama, pindahkan daging dari freezer ke bagian refrigerator kulkas dan biarkan sampai mencair. Setelah itu, keluarkan daging dari bagian refrigerator dan daging dapat dimasak.

4. Pisahkan daging dan jeroan
Karena jeroan lebih cepat rusak dibandingkan daging, sehingga disarankan untuk menyimpan di freezer yang berbeda.“Jeroan dan daging harus disimpan dalam freezer yang berbeda untuk menghindari adanya kontaminasi silang. Meskipun daging disimpan dalam wadah yang berbeda tetapi masih dalam satu freezer, akan terjadi kontaminasi silang,” terang Jamhari.

5. Simpan daging dengan suhu yang tepat
Sebab daging yang disimpan di kulkas bagian refrigerator dapat bertahan 3-4 hari. Di dalam freezer pada temperatur di bawah -180C daging dapat bertahan hingga enam bulan dengan tidak terjadi perubahan dari sisi nutrien.

Temperatur -180C menyebabkan seluruh air di dalam daging membeku sehingga tidak dapat dimanfaatkan mikrobia untuk tumbuh.

Dan untuk mendapatkan Paketan Ramadhan  yang terjangkau, anda bisa menghubungi Proteinatama sebagai produsen, supplier/pemasok, dan distributor/penyalur berbagai jenis daging impor-lokal.

Proteinatama

Phone          : 08111631817
Telpon          : (021)5850528
Email            : sales@proteinatama.com
Website     : www.proteinsolution.co.id

10 Bahan Perendam Agar Daging Empuk dan Lezat

Salah satu tantangan saat mengolah daging merah seperti daging sapi atau kambing terletak pada cara Anda membuatnya jadi empuk saat dikunyah. Untuk mendapatkan daging yang empuk, biasanya daging harus direbus dalam waktu lama atau dipotong kecil-kecil. Namun, cara ini bisa mengurangi kelembutan teksturnya, dan membuatnya jadi kurang gurih karena jus-nya banyak hilang saat direbus.  Seperti yang telah dilansir dari berbagai sumber (Kamis, 4 Mei 2017) berikut trik agar daging empuk dan tetap terasa lembut:

1. Garam laut
Taburkan garam laut (bukan garam dapur) ke seluruh permukaan daging. Diamkan selama satu jam, baru kemudian diolah. Garam akan membantu menghancurkan ikatan protein yang ada di dalam daging sehingga daging akan terasa lebih empuk.

2. Teh
Teh tak hanya punya berkhasiat untuk kesehatan saja, tapi juga untuk mengempukkan daging. Kandungan tanin di dalamnya berfungsi sebagai pengempuk alami. Buat 1-2 cangkir teh hitam yang pekat, diamkan sampai agak dingin kemudian rendam daging (marinade) dalam air teh beberapa menit.

3. Jus jeruk, cuka, atau wine
Cairan yang memiliki kandungan asam bisa membantu melembutkan otot dan serat daging sekaligus menambah rasa. Gunakan saja jus  yang punya kandungan asam tinggi seperti lemon, jeruk nipis, atau nanas. Sedangkan untuk cuka, Anda bisa menggunakan aneka cuka seperti cuka apel, balsamic, atau cuka yang ada di dapur. Jika ingin daging lebih punya rasa yang unik, anggur merah bisa digunakan untuk bahan perendam. Kandungan tanin dalam anggur merah bisa membantu melembutkan daging.

4. Saus tomat
Tomat juga mengandung asam yang cukup tinggi. Maka melumuri daging dengan saus tomat juga bisa membantu membuatnya empuk. Kandungan asam ini juga menjadi alasan utama mengapa tomat dijadikan sebagai saus BBQ dan dioleskan ke atas daging sebelum dibakar.

5. Bir
Seperti halnya wine, bir juga bisa mengempukkan daging sekaligus menambah rasanya. Senyawa tanin dan Alpha Acid dalam bir punya peran penting dalam proses ini. Caranya, rendam saja daging dalam bir selama satu jam.

6. Cola
Mungkin Anda sudah sering mendengar aneka olahan daging yang dimasak dengan campuran cola. Selain menghasilkan rasa yang unik, ternyata cola juga berperan untuk mengempukkan daging. Rendam daging dalam cola (bukan cola diet) minimal 30 menit. Kandungan asam dalam cola menjadi katalis untuk melembutkan otot daging.

7. Jahe

Enzim proteolitik alami yang terkandung dalam jahe berfungsi untuk mengurai ikatan protein dalam daging sehingga jadi lebih empuk. Lumuri daging dengan jahe yang sudah diparut selama beberapa menit sebelum mengolahnya.

8. Kopi
Selain nikmat diminum, kopi juga menjadi bahan pelembut daging alami sekaligus memperkuat rasa daging. Untuk menggunakannya, panaskan satu gelas kopi kental, kemudian dinginkan dan gunakan untuk merendam daging. Rendam selama 24 jam sampai daging empuk baru diolah.

9. Mentega susu dan yogurt
Kedua bahan ini memiliki tingkat keasaman yang cukup tinggi. Produk ini juga mengandung kalsium yang bisa mengaktifkan enzim dalam daging untuk memecah protein.

10. Nanas, kiwi, dan pepaya
Buah-buahan ini mengandung enzim nabati yang mampu melarutkan protein dan jaringan ikat pada daging. Untuk mengempukkan daging, buah-buahan ini bisa dihaluskan atau dipotong tipis. Kemudian gunakan untuk melumuri daging dan diamkan beberapa jam sebelum dimasak.

Dan untuk mendapatkan Daging sapi yang berkualitas baik, anda bisa menghubungi Proteinatama sebagai produsen, supplier/pemasok, dan distributor/penyalur berbagai jenis daging impor-lokal.

Semoga informasi ini bermanfaat ya.

Tips Merebus Iga Sapi Agar Matang Sempurna

Salah satu kunci kelezatan rasa masakan berbahan iga sapi adalah tekstur daging iga yang empuk dan tentu saja masak dengan sempurna. Ada cara khusus agar daging iga dapat empuk. Tidak hanya cara pemilihan bahan yang tepat tapi juga cara masak yang tepat. Ada berbagai cara untuk memasak iga sapi. Dengan panci biasa atau memakai panci bertekanan.

berikut ini adalah cara untuk memasak iga sapi yang dilansir dari berbagai sumber (Rabu, 3 Mei 2017) agar hasilnya dapat empuk dan masak sempurna. Yuk, simak tipsnya di bawah ini.

  • Pemilihan Bahan yang Tepat

    Jika anda ingin mendapatkan daging iga sapi yang enak, maka pemilihan bahan harus anda lakukan. Pilih iga sapi yang muda, karena lebih cepat masak dan tentu saja tidak amis. Pilih yang memiliki lapisan lemak tips berwarna putih bukan kuning.

  • Manfaatkan Beras

    Untuk mengukur kematangan iga sapi, anda dapat memanfaatkan beras. Jadi rebus iga sapi dengan beras. Jika beras mulai lumer dan hancur, maka daging iga sapi sudah mulai empuk dan matang dengan sempurna.

  • Direbus dalam Panci Bertekanan

    Panci bertekanan dapat menghemat waktu masak iga sapi. Tentu saja iga sapi pun sudah pasti lebih empuk. Masukkan iga sapi dalam panci tekan, tambahkan air jangan melebihi batas. Masak selama 30 menit. Setelah itu iga sapi dapat ditambahi bumbu dan direbus sebentar.

  • Direbus dalam Panci Biasa

    Jika anda tidak memiliki panci tekan, tidak perlu khawatir. Anda dapat merebus iga sapi dalam panci biasa. Didihkan air, lalu masukkan iga sapi. Masak dengan api kecil. Ambil kotoran yang menggumpal, tambahkan bumbu. Masak terus dengan api kecil hingga daging empuk.

Anda, demikian 4 cara memasak iga sapi agar daging dapat masak dengan sempurna serta empuk. Jadi, sudah siap masak iga sapi hari ini?

Dan untuk mendapatkan Iga sapi yang berkualitas baik, anda bisa menghubungi Proteinatama sebagai produsen, supplier/pemasok, dan distributor/penyalur berbagai jenis daging impor-lokal.

Semoga informasi ini bermanfaat ya.

Tips Merebus Iga Sapi Agar Matang Sempurna

Salah satu kunci kelezatan rasa masakan berbahan iga sapi adalah tekstur daging iga yang empuk dan tentu saja masak dengan sempurna. Ada cara khusus agar daging iga dapat empuk. Tidak hanya cara pemilihan bahan yang tepat tapi juga cara masak yang tepat. Ada berbagai cara untuk memasak iga sapi. Dengan panci biasa atau memakai panci bertekanan.

berikut ini adalah cara untuk memasak iga sapi yang dilansir dari berbagai sumber (Rabu, 3 Mei 2017) agar hasilnya dapat empuk dan masak sempurna. Yuk, simak tipsnya di bawah ini.

  • Pemilihan Bahan yang Tepat

    Jika anda ingin mendapatkan daging iga sapi yang enak, maka pemilihan bahan harus anda lakukan. Pilih iga sapi yang muda, karena lebih cepat masak dan tentu saja tidak amis. Pilih yang memiliki lapisan lemak tips berwarna putih bukan kuning.

  • Manfaatkan Beras

    Untuk mengukur kematangan iga sapi, anda dapat memanfaatkan beras. Jadi rebus iga sapi dengan beras. Jika beras mulai lumer dan hancur, maka daging iga sapi sudah mulai empuk dan matang dengan sempurna.

  • Direbus dalam Panci Bertekanan

    Panci bertekanan dapat menghemat waktu masak iga sapi. Tentu saja iga sapi pun sudah pasti lebih empuk. Masukkan iga sapi dalam panci tekan, tambahkan air jangan melebihi batas. Masak selama 30 menit. Setelah itu iga sapi dapat ditambahi bumbu dan direbus sebentar.

  • Direbus dalam Panci Biasa

    Jika anda tidak memiliki panci tekan, tidak perlu khawatir. Anda dapat merebus iga sapi dalam panci biasa. Didihkan air, lalu masukkan iga sapi. Masak dengan api kecil. Ambil kotoran yang menggumpal, tambahkan bumbu. Masak terus dengan api kecil hingga daging empuk.

Anda, demikian 4 cara memasak iga sapi agar daging dapat masak dengan sempurna serta empuk. Jadi, sudah siap masak iga sapi hari ini?

Dan untuk mendapatkan Iga sapi yang berkualitas baik, anda bisa menghubungi Proteinatama sebagai produsen, supplier/pemasok, dan distributor/penyalur berbagai jenis daging impor-lokal.

Semoga informasi ini bermanfaat ya.

Tips Memasak Daging Sapi untuk Mengurangi Kadar Lemak

Anda sedang berdiet? Pasti anda sebisa mungkin menahan diri untuk tidak mengonsumsi daging sapi karena khawatir lemak yang terkandung di dalamnya akan merusak program diet Anda. Selain itu, lemak sapi yang terlalu banyak menumpuk juga rawan menyebabkan kolesterol.

Sebenarnya, ada sebuah cara yang dapat Anda lakukan untuk mengurangi kadar lemak dalam daging sapi tersebut sehingga lebih aman bagi tubuh Anda. Bagaimana caranya? Yuk mari simak ulasannya berikut ini yang telah dirangkum dari laman haristeeter.com.

  1. Keluarkan daging sapi yang telah disimpan di dalam freezer dan potong dengan ukuran lebar 10 cm dan tebal 1 cm.
  2. Lalu, panaskan penggorengan selama 5 menit dengan api sedang dan jangan tambahkan minyak di atasnya.
  3.  Setelah itu, masak selama 10 hingga 12 menit sampai benar-benar matang dan tidak berwarna merah muda lagi.
  4. Lalu, angkat daging sapi tersebut dan letakkan pada piring yang telah dialasi dengan tiga lembar tisu makan. Balik setiap 30 detik dan biarkan selama kurang lebih 1 menit.
  5. Setelah selesai, daging sapi dengan kadar lemak yang berkurang tersebut siap diolah sesuai yang Anda inginkan.

Nah, mudah bukan ternyata cara mengurangi lemak dalam daging sapi? Sekarang anda tidak perlu khawatir lagi akan lemak yang dapat berpotensi menimbulkan masalah. Silahkan dicoba ya.

Dan untuk mendapatkan Daging sapi yang berkualitas baik, anda bisa menghubungi Proteinatama sebagai produsen, supplier/pemasok, dan distributor/penyalur berbagai jenis daging impor-lokal.

Semoga informasi ini bermanfaat ya.

3 Tips Cerdas Masak Daging Sapi Agar Empuk

Daging sapi merupakan sumber protein hewani yang sangat baik bagi tubuh. Memasak daging sapi ini memang gampang-gampang susah. Ada yang mengatakan bahwa untuk mendapatkan daging sapi yang empuk Anda harus merebusnya selama berjam-jam. Ini akan membuang waktu Anda, rasa daging pun tidak akan gurih karena terlalu lama dimasak. Kali ini ada 3 tips yang bisa Anda manfaatkan untuk memasak daging agar empuk dengan waktu yang tak terlalu lama. seperti yang dilansir dari berbagai sumber, (11 April 2017 ) Simak ulasannya hanya di sini.

  • Pipihkan Daging

    Trik yang paling sederhana dan banyak dicoba adalah dengan memipihkan daging yang akan dimasak. Sebelum dimasak, pipihkan daging dengan alat pemukul daging yang bergerigi. Setelah itu Anda tinggal memasaknya dengan bumbu sesuai dengan selera.

  • Buah Nanas

    Daging setebal apapun akan bisa empuk dengan menggunakan buah nanas . Cara ini juga tidak memakan waktu yang lama. Gunakan nanas yang masih muda karena nanas ini mengandung enzim yang mampu menguraikan serat daging sapi agar cepat empuk. Setelah mencuci bersih daging balurkan nanas muda yang telah dihaluskan ke seluruh permukaan daging sapi. Diamkan selama 20-30 menit dan selanjutnya bilas dengan bersih. Daging sapi siap diolah.

  • Daun Pepaya

    Tips ketiga ini adalah cara yang sering digunakan sejak dulu kala. Balut saja daging dengan daun pepaya dan biarkan selama 45 menit. Ini akan membuat daging lebih cepat empuk. Untuk efektivitas Anda bisa membumbui daging sebelum dibungkus dengan daun pepaya agar bumbu lebih meresap sempurna.

    Anda bisa memilih sendiri tips yang dirasa paling mudah dan praktis. Selamat mencoba ya. Happy cooking dan nantikan tips-tips memasak lainnya.

Dan untuk mendapatkan Daging sapi yang berkualitas baik, anda bisa menghubungi Proteinatama sebagai produsen, supplier/pemasok, dan distributor/penyalur berbagai jenis daging impor-lokal.

Semoga informasi ini bermanfaat ya.

 

 

Ingin Daging Sapi Lebih Tahan Lama Disimpan, Ini Cara Mengolahnya

Daging yang lezat adalah daging yang masih fresh. Memang kita tak boleh menyimpan daging terlalu lama karena kualitasnya akan menurun. Jika begini masakan rasanya akan jadi kurang nendang. Daging pun tak akan se-juicy saat masih fresh. Nah, lalu bagaimana jika kita terlanjur membeli daging terlalu banyak karena sedang diskon dan tak sempat mengolahnya?

Seperti yang dikutip dari berbagai sumber, sebenarnya daging sapi yang masih fresh hanya bisa bertahan 1-2 hari saja di dalam kulkas. Jika memang ingin menyimpan daging lebih lama maka kamu disarankan untuk memasukkannya dalam freezer. Di dalam freezer, daging sapi yang mentah bisa bertahan hingga 6 bulan.

Ternyata untuk memperpanjang masa daging sapi tersebut ada satu cara mudah lho Ladies. Kamu disarankan untuk merebus daging dalam air mendidih dalam waktu tertentu hingga daging sapi matang. Daging sapi matang akan bertahan lebih lama jika dimasukkan ke dalam kulkas. Jika daging sapi mentah hanya mampu bertahan dalam 1-2 hari, daging yang matang bisa aman berada di kulkas dalam waktu 6-7 hari dan sampai 7 bulan di freezer.

Dengan begini kamu tak perlu khawatir jika membeli daging terlalu banyak. Selain itu kamu juga harus memperhatikan cara penyimpanannya. Masukkan daging sapi dalam container dan tutup rapat-rapat. Ini akan membuat kualitas daging sapi tetap baik dan tak terkontaminasi oleh kuman dan bakteri. Semoga informasi ini bermanfaat ya. Selamat mencoba.

Dan untuk mendapatkan Daging sapi yang berkualitas baik, anda bisa menghubungi Proteinatama sebagai produsen, supplier/pemasok, dan distributor/penyalur berbagai jenis daging impor-lokal.

Semoga informasi ini bermanfaat ya.

Selamat mencoba tips ini dan semoga keluarga di rumah suka.