Ini Langkah Tepat Mengolah Ikan Dori

IKAN dori, kini sangat populer untuk dijadikan olahan lezat. Ikan jenis ini, punya tekstur yang begitu lembut, sehingga butuh penanganan khusus agar teksturnya tidak rusak ketika diolah.

“Ikan dori teksturnya lebih lembut dan lebih lunak. Saat mengolah ikan dori harus ditangani dengan benar,” jelas Frans K. Atmaja, Head Chef sekaligus salah satu pemilik sebuah gerai khas olahan fish chip kepada Okezone di Gading Serpong, Tangerang.

Lanjutnya, saat mengolah ikan dori memang harus hati-hati. Salah satunya adalah dengan teknik marinasi dengan air.

Kata dia, cara ini jauh lebih aman mempertahankan tekstur dan kelezatan dari ikan dori. Caranya adalah dengan merendam daging ikan, bumbu dan air, dan didiamkan beberapa saat. Kemudian, ikan dori siap diolah.

“Cara ini bisa mempertahankan tekstur dan juicy-nya ikan dori,” tutupnya.
(ndr)

sumber : okezone.com

Cara Menikmati Iga Goreng Tanpa Takut Kolestrol Naik

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN – Aroma sedap iga sapi goreng disertai sup bening dan nasi putih begitu menggoda untuk disantap.

iga-goreng-_160721213023-133

Bukan hanya aromanya, penampakan jenis kuliner ini seketika mampu meningkatkan gairah makan orang-orang yang melihatnya. Sambel hijau dan rawit yang tersaji di pinggir piring juga menarik untuk dicicipi.

Tekstur lembut daging iga yang telah masuk kemulut tak ayal menambah kelezatan menu baru di Hotel Horison Yogyakarta ini. Meskipun olahan iga sapi berpotensi meningkatkan kolestrol, para penggemar kuliner tidak perlu khawatir untuk menyantap makanan enak ini.

Pasalnya, menu iga sapi goreng ini telah dilengkapi penawar mujarab untuk menurunkan kolesterol, yakni jus mentimun.

“Sejak awal kami memang sengaja merancang menu Pak Gareng (Paket Iga Goreng) sebagai makanan yang tidak beresiko tinggi meningkatkan kolestrol. Karena sekarang kan banyak orang masuk rumah sakit akibat kolesterol tinggi,” tutur Food and Beverage Manager Horison Hotel, Abdul Rozaq Trenggono pada Republika, Kamis (21/7).

Menurut Trenggono, kelezatan iga sapi goreng di hotelnya muncul dari pengolahan makanan yang berkualitas. Baik dari proses maupun bahan bakunya. Antara lain, daging iga yang digunakan berasal dari sapi muda lokal yang baru berusia satu tahun. Sehingga tekstur dagingnya sangat empuk dan lembut.

Sementara itu, saus iga goreng sendiri diracik khusus oleh Chef Handoko. Maka itu, cita rasa yang dihasilkan berbeda dari olahan iga lainnya. Selain menyuguhkan kelezatan yang patut dicoba, menu Pak Gareng juga cukup ramah dompet. Satu porsi lengkap Pak Gareng berisi iga goreng, sup, nasi, dan jus mentimun hanya dibanderol Rp 50 ribu.

Kelezatan Pak Gareng pun tidak hilang saat sajian iga dan sup sudah habis dimakan. Karena kesegaran jus mentimun akan menyambung kenikmatan pengalaman makan siang anda. Juru masak Pak Gareng, Chef Handoko menuturkan, jus mentimun memang sengaja dicampur dengan berbagai bahan tambahan.

“Untuk jusnya kami mencampurkan melon, jeruk nipis, dan biji selasih,” katanya.

Adapun tahap pembuatan iga bakar sendiri, kata Handoko, dilakukan melalui proses yang tidak singkat. Antara lain di awali dengan merebus iga selama tiga jam, untuk kemudian digoreng dan mencampurkannya dengan saus rempah.

Untuk menjaga kesegaran daging iga, Horison Hotel sengaja menyediakan porsi terbatas Pak Gareng. Pasalnya daging iga yang digunakan tidak boleh melebihi waktu penyimpanan selama satu hari.

“Kalau dagingnya sudah disimpan lebih dari satu hari, ya sudah tidak bisa dipakai lagi,” kata Handoko. Maka itu untuk memesan menu spesial ini, pengunjung harus melakukan pemesanan terlebih dahulu.

sumber : gayahidup.republika.co.id

Daging Bumbu Bali

Bahan-bahan

200 gram daging sapi
2 siung bawang putih
2 buah cabai merah
4 buah bawang merah
2 butir kemiri
1 sendok makan air asam
1 sdt terasi
1 sdt irisan gula jawa
1 lembar daun salam
1 lembar daun jeruk
1 ruas jari lengkuas
2 sdm kecap
2 sdm minyak goreng

SONY DSC

Langkah

Cuci daging sampai bersih. Potong-potong sesuai selera.

Haluskan bawang putih, bawang merah, cabai merah, kemiri, terasi, irisan gula jawa, dan lengkuas lalu tumis.

Tambahkan daun salam dan daun jeruk.

Setelah tumisan bumbu harum, masukkan daging sapi dan tutup hingga masak sampai setengah matang.

Tambahkan air, air asam dan kecap.

Masak sampai daging lunak, kuah mengental dan berminyak.

Resep daging sapi bumbu bali pun siap disajikan.

sumber : cookpad.com

Peminat Daging Beku Meningkat

Analisadaily (Medan) – Peminat daging beku dilaporkan semakin meningkat. Hal tersebut terlihat saat operasi pasar (OP) yang dilakukan Badan Urusan Logistik (Bulog) Sumatera Utara (Sumut) saat bulan Ramadan dan hari raya Lebaran lalu.

peminat-daging-beku-meningkat-250553-1

Kepala Perum Bulog Sumut, Fatah Yasin mengatakan, peminat daging beku cukup luar biasa meskipun memang belum sebesar peminat daging segar. Tetapi lambat laun masyarakat sudah bisa menerima daging beku tersebut.

“Daging beku cukup higienis, karena proses penyimpanannya dilakukan setelah proses pemotongan, daging sapi langsung dibekukan, tidak sampai menunggu sehingga sangat kecil kemungkinan terkontaminasi bakteri,” kata Fatah, Senin (18/7).

Ia menjelaskan, dalam kondisi beku, risiko daging terkontaminasi dengan bakteri sangat kecil. Namun jika dibandingkan, mana yang lebih bagus antara daging beku dengan daging segar, ia menimpali bahwa hal tersebut tergantung selera masyarakat.

“Adanya daging beku merupakan alternatif yang dihadirkan Bulog apabila ada keraguan masyarakat ketika akan membeli daging,” jelasnya.

Fatah menerangkan, daging beku tidak ada masalah dan hanya persepsi negatif masyarakat belaka. Tetapi jika menilik dari higienitas dan kehalalannya, daging beku sudah melalui proses yang memang disesuaikan dengan struktur yang berlaku.

“Ada perpindahan daging, seperti daging beku itu impor, tetap sudah ada sertifikasi halalnya. Dan pada saat impor ke Jakarta dan masuk ke Sumut juga akan dicek lagi oleh karantina,” terangnya.

“Kehadiran daging beku tersebut juga untuk mengendalikan harga daging di pasar agar tidak mengalami kenaikan yang cukup tinggi,” tambah Fatah.

(rzp/rts)

Resep Sup Daging Wortel

Resep-Sop-Daging

Bahan-bahan

500 gram Daging Sapi, potong2 sesuai selera
2 buah Wortel, iris bulat-bulat
2 batang Daun Bawang, iris 1cm
1500 ml air
1 sdm Margarin
5 siung Bawang Merah
2 siung Bawang Putih
1/2 sdm merica bulat
secukupnya garam dan gula

Langkah

Rebus daging hingga lunak dan berkaldu.

Haluskan bawang merah, bawang putih, dan merica.

Panaskan margarin, tumis bumbu halus hingga harum, tambahkan irisan daun bawang, tumis hingga layu, lalu masukkan ke dalam rebusan daging.

Masukkan irisan wortel, tambahkan garam dan gula sesuai selera rasa.

Masak sup hingga mendidih, sajikan hangat.

sumber : cookpad.com

Harga Daging Ayam Melambung Usai Lebaran

Analisadaily (Medan) – Berbanding terbalik dengan harga daging sapi yang telah kembali normal, harga daging ayam justru mengalami kenaikan di Kota Medan.

harga-daging-ayam-melambung-usai-lebaran-249640-1

Salah seorang pedagang ayam di pasar Petisah Medan, Hamzah mengatakan, harga daging ayam mengalami kenaikan dari harga biasa Rp 27.000 per kilogram menjadi Rp 37.000 per kilogramnya.

“Habis Lebaran ini naik harganya. Dari agen tempat kami ngambil, stoknya kosong katanya. Mungkin juga harga memang dinaikkan dari level pemasok,” katanya kepada Analisadaily.com, Kamis (14/7).

Hamzah juga berharap kepada pemerintah agar dapat segera mengambil langkah terkait masih tingginya harga daging ayam pasca Lebaran. Menurutnya, tingginya harga daging ayam ini telah memengaruhi angka penjualannya yang terus menurun.

“Kami minta sama agen barangnya (ayam) ada. Berapapun diminta pasti ada, sementara pembeli juga ngeluh harga naik terus,” ujarnya.

“Jika sebelumnya saya bisa menjual hingga 250 ekor dalam sehari, saat ini saya hanya mampu menjual seratus ekor,” pungkasnya.

(jw/rts)

Mentan : Daging Kerbau Tak Kalah Enak dari Daging Sapi

JAKARTA – Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman mengungkapkan, daging kerbau memiliki cita rasa yang tidak kalah dengan daging sapi. Buktinya, sebagian masyarakat di Pulau Sumatera telah menjadikan daging kerbau sebagai bahan baku makanan rendang.

Amran mengaku, pernah mencoba daging kerbau dengan rasa yang sama enaknya dengan daging sapi. “Sampaikan bahwa saya sering coba daging kerbau, direndang bagus karena seratnya kasar,” kata Amran di Kompleks Istana, Jakarta, Selasa (12/7/2016).

esdddd

Amran melanjutkan, yang dibutuhkan setiap masyarakat sebetulnya bukan hanya dagingnya saja, melainkan bagaimana memenuhi kebutuhan kadar protein. Oleh karena itu, impor pemerintah melakukan impor daging kerbau dari India.

Tidak hanya itu, Amran mengungkapkan, importasi daging kerbau dari India juga sebagai upaya pemerintah dalam menekan harga daging sapi yang saat ini bisa mencapai Rp140 ribu per kilogram (kg).

Apalagi, animo masyarakat terhadap daging beku hasil impor mendapat respons yang cukup baik, meskipun pada awalnya banyak yang menilai daging sapi beku itu tidak seenak daging segar.

“Katanya daging frozen tidak disenangi masyarakat kan, sekarang yang terjadi semua frozen masuk pasar habis. Dikepung orang. Tolong jangan diwakili lidahnya orang, perasaan orang, biarkan kita layani masyarakat dengan baik,” katanya.

“Sekarang di hotel frozen atau segar? Seluruh hotel itu pakai frozen, dan kalau beli di pasar, kalau nanti disimpan kan frozen juga. Terus ada yang menanyakan kok bisa murah, ya bisa murah. Sumbernya kan sama dari sapi, kecuali ada yang dari kangguru,” sambungnya.

Kendati demikian, Amran mengimbau kepada seluruh masyarakat Indonesia agar familiar terhadap daging kerbau. Pasalnya, tubuh setiap masyarakat di Indonesia membutuhkan protein.

Jika dipresentasikan, daging ikan mampu menyumbang 17 persen protein, daging ayam 24 persen, sapi 22 persen, kambing 27 persen.

“Memang bau (daging kerbau), tapi kalau sudah jadi makanan kan enggak bau,” tandasnya.

(rai)

Ini Perbedaan Nutrisi Daging Kerbau dan Daging Sapi

Karena harganya yang lebih murah, pemerintah berencana akan impor daging kerbau. Hal ini menuai banyak protes baik dari pedagang ataupun peternak daging sapi. Apa perbedaan kedua jenis daging ini?.

Kebijakan pemerintah dalam membuka impor daging kerbau asal India menuai banyak protes. Tak hanya pedagang dan importir, peternak sapi juga mempertanyakan kehigienisan, kehalalan hingga kesehatan hewan.
114-buffalo-meat
Hal ini dilakukan untuk menekan harga daging sapi yang masih berada sekitar Rp. 100.000/kg. Sedangkan daging kerbau bisa dijual dengan “harga miring” yaitu Rp.60.000/kg. Sebanyak 10.000 ton daging kerbau dari India telah dikirim secara bertahap masuk ke Indonesia pada akhir Juli 2016.

Jika diselidiki melalui kandungan gizinya, ternyata ada perbedaan antara daging sapi dan daging kerbau. Dalam 100 gram daging sapi mengandung kalori sebesar 201 kkal, protein 18,8 gr, lemak 14 gr, kalsium 11 mg dan 2,8 mg zat besi.

Jika di lihat, kandungan kalori serta lemak pada daging sapu lebih besar dibandingkan dengan kerbau. Sedangkan kandungan protein, kalsium dan zat besi hampir sama per 100 kg-nya.

Daging kerbau yang menjadi hasil ekspor utama di India ini sebenarnya kurang disukai di Asia, termask Indonesia karena teksturnya. Daging kerbau terkenal lebih keras sehingga membutuhkan proses pemasakan yang lebih lama.

Daging kerbau memiliki warna meraah tua, seratnya lebih ksar dan tekstur dagingnya lebih liat dibandingkan daging sapi karena daging kerbau disembelih pada usia tua. Aromanya yang amis juga membutuhkan penggunaan rempah-rempah yang banyak.
(odi/msa)

Daging Beku Oke, Asal …

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Daging beku kerap dipandang sebelah mata. Makanan yang diolah dari daging beku biasanya dianggap bermutu rendah. Praktisi kuliner Bara Pattiradjawane sangat bisa memahami pilihan kelompok masyarakat yang segan membeli daging impor yang dibekukan. “Daging sapi terbaik tentu saja yang segar, berasal dari ternak yang baru disembelih,” kata dia.

daging-beku-31muh224ixt80d50kfapsa

Unsur tersebut tak mungkin terpenuhi oleh daging sapi impor. Betapa tidak. Untuk bisa sampai ke tangan pembeli, daging sapi asal negeri seberang harus dibekukan segera setelah ternak disembelih. “Proses pembekuan daging segar itu berlangsung supercepat, tak sama seperti freezer rumahan,” ujar Bara di Jakarta belum lama ini.

Proses pembekuan seketika oleh freezer skala industri membuat mikroorganisme yang ada pada daging tidak bisa memperbanyak diri. Kesegaran daging pun terjaga dengan stabilnya suhu freezer. Persoalan baru timbul jika kualitas freezerkurang baik. Daging akan lebih cepat menurun kualitasnya saat disimpan di lemari pembeku yang temperaturnya berfluktuasi. Kalau freezer-nya bagus, daging bisa disimpan sampai enam bulan. “Sementara itu, jika lemari pembekunya kualitas sedang, bisa jadi masa simpan dagingnya hanya bisa dua bulan,” urai Bara.

Daging lokal sebetulnya juga mustahil bila semuanya tak pernah masuk lemari pembeku sama sekali. Di rumah potong hewan, sebagian daging dibekukan segera setelah ternak disembelih. Begitu sampai ke tangan penjual, daging ada yang berpindah freezerdan sebagian lain dilumerkan untuk dijual di pasar modern maupun tradisional.

Titik rawan ada di masa penjualan. Terkadang, daging yang sudah digantung di pasar atau diletakkan di chiller supermarket tidak langsung habis terjual. Stok yang tersisa lantas dimasukkan ke dalam lemari pembeku.

Proses beku-lumer-beku ini membuat kua litas daging merosot. Peluang berkem – bang nya bakteri pun lebih besar. “Daging lokal atau impor sama saja risiko penurunan kualitasnya kalau diperlakukan seperti itu,” jelas Bara.

Kriteria mutu daging
Sejumlah kriteria daging sapi berkualitas yang selama ini dipegang masyarakat ternyata tak sepenuhnya tepat. Daging sapi impor, contohnya, tak cocok untuk masakan Indonesia. Rendang, semur, ataupun empal gentong dianggap akan lebih pas rasanya kalau terbuat dari daging sapi lokal.

Chef Bara Pattiradjawane berpendapat bukan lokal atau impor yang menjadi penentu cocok-tidaknya daging sapi untuk masakan tradisional Indonesia. Kuncinya ada di potongan primary cutatau secondary cut. Potongan kelas satu, contohnya, tenderloin, rib eye, dan sirloin. “Potongan kelas dua, seperti gandik, sengkel, dan sandung lamur cocok untuk rendang dan semur,” ujar Bara.

Untuk makanan Indonesia, tak masalah jika bahannya daging sapi impor. Saat dimasak bersama aneka bumbu, cita rasa rempah akan meresap. Rasa khas daging sapi yang berasal dari ternak berpakan rumput maupun dedak tak akan jelas kentara di lidah orang awam. “Saya bahkan masih suka kesulitan mengenali rasanya,” ucap dia.

Daging impor juga tidak selalu lebih empuk. Ketika dimasak ala dapur Indonesia, ia tak mudah hancur seperti anggapan yang berkembang luas di masyarakat. Tekstur daging sapi impor sejatinya sulit dibedakan dengan daging sapi lokal. “Lain halnya kalau kita bicara daging sapi kobe, wagyu, atau angus beef,” ujar Bara. Oleh Reiny Dwinanda ed: Nina Chairani

Ada Apa Saat Pembekuan?

Membekukan daging atau apa pun merusak dinding-dinding sel produk tersebut. Itulah mengapa makanan beku kerap tak seenak yang segar. Itu pulalah sebabnya terkadang mengapa makanan beku tak semahal yang segar.

Tatkala melumerkan daging beku, memasukkannya ke dalam freezerdan membekukannya lagi, saat pelumeran kedua akan merusak sel lebih banyak lagi. Hilanglah sifat lembab pada makanan dan rasa nikmatnya. Kualitas produk makanan itu pun berubah.

Musuh lain saat pelumeran makanan adalah bakteri. Makan beku yang dilumerkan akan mengembangkan bakteri bahaya yang lebih cepat ketimbang makanan segar. Tentu saja, kita tak bisa melihatnya. Tapi, ancamannya nyata. Begitu kristal es dari menghilang, makanan memulai waktunya sebagai medium bakteri jahat ini.

Membekali diri pengetahuan, membekukan dan melumerkan makanan adalah sebuah kepedulian tentang keselamatan tubuh. Menerapkan hal ini di dapur kita akan memastikan keamanan di meja makan kita.

Cara terbaik melumerkan

Cara terbaik melumerkan daging adalah meletakkan bungkusan daging beku di refrigeratordan biarkan ia lumer secara bertahap. Potongan-potongan kecil daging membutuhkan waktu sekitar 24 jam, sementara potongan besar bisa beberapa hari. Bila Anda buru-buru, potongan kecil bisa dilumerkan dalam sebuah mangkuk berisi air suam kuku dengan air yang mengalir.

Dua hal yang tak boleh dilakukan adalah melumerkannya di luar atau memasaknya langsung dari freezer. Bila meletakkannya di luar, di meja dapur, bagian luar daging berisiko menjadi sarang bakteri jahat jauh sebelum bagian tengahnya melunak Memasak daging beku mengakibatkan masalah estetika. Bagian luar dan bagian dalam masak dengan tingkat kematangan berbeda. Yang bagian luar kelewat masak sebelum bagian tengah matang.

sumber : thekitchn.com/Nina CH

Tips dan Trik Jitu Memasak Daging Lebih Awet

Mungkin Sahabat Abi Ummi sering mendengar cara mengawetkan daging, apalagi kalau dapat daging berlimpah pertanda rezeki bertambah saat Iduladha tiba. Daging yang bagus juga menjadi faktor penting saat Sahabat Abi Ummi ingin mengolahnya untuk beberapa hari kemudian. Selain itu, Sahabat Abi Ummi juga harus tahu teknik memasak daging yang baik agar olahan daging tersebut tidak berbau amis, apek, dan tidak cepat rusak teksturnya.

Sekadar informasi singkat, daging mengandung kandungan zat yang baik bagi tubuh, seperti protein, lemak jenuh, vitamin D, vitamin B kompleks, zat besi, asam lemak omega, dan zat seng. Kalau bisa membuat daging tersebut awet tanpa bahan berbahaya, tentu saja kandungan di dalamnya masih bisa diserap oleh tubuh kita saat mengonsumsinya.

images (4)

Tip dan Trik Mengawetkan Daging

Cara I: Menyimpan Daging dalam Keadaan Mentah

  1. Potong daging menjadi berukuran kecil/sedang.
  2. Simpan daging dalam wadah tertutup.
  3. Jangan mengisi wadah terlalu padat karena akan membuat daging saling menempel.
  4. Simpan daging dalam beberapa wadah kalau tidak cukup dengan satu wadah saja.
  5. Simpan dalam freezer.
  6. Pindahkan dari freezer ke cooler terlebih dahulu kalau Abi atau Ummi akan mengolahnya.
  7. Biarkan suhu daging turun saat di cooler.
  8. Kalau tidak punya freezer atau cooler, bisa menggunakan kotak yang diisi dengan balok es yang banyak.

Cara II: Menyimpan Daging dalam Keadaan Matang

  1. Masak daging hingga matang, lalu taburi garam.
  2. Masak daging yang berlemak tanpa minyak. Sementara itu, daging yang tak berlemak harus dimasak dengan minyak secukupnya.
  3. Angkat daging dari wajan, lalu tiriskan.
  4. Masukkan ke wadah, lalu tutup dengan rapat.
  5. Simpan dalam lemari es atau kotak pendingin.
  6. Daging yang sudah matang tidak boleh dimasukkan ke freezer.

Sahabat Abi Ummi harus tahu dulu, nih. Mengapa daging yang sudah matang tidak boleh masuk freezer? Daging matang akan rusak dalam kondisi beku karena menurunnya proses kimiawi, mikrobiologi, dan biokimia pada daging tersebut. Jadi, daging harus disimpan pada suhu di bawah 4,4oC karena bakteri tidak mampu berkembang biak pada suhu itu. Oh ya, daging mentah yang sudah dikeluarkan dari freezer tidak boleh dibekukan lagi, ya, karena kandungan gizinya akan hilang.

Tip dan Trik Memasak Daging Sapi

Sahabat Abi Ummi juga bisa memasak daging tersebut dengan teknik berikut agar olahan daging tidak cepat apek dan bisa dikonsumsi lebih lama. Simak tips berikut, ya.

Memasak Daging Sapi dengan Cara Rebusan

  1. Potong daging bagian perut menjadi berukuran sedang agar cepat lunak dan bumbu meresap nantinya.
  2. Masukkan daging saat air sudah mendidih.
  3. Rebus daging bertekstur keras itu selama 30 menit.
  4. Masukkan bumbu yang sudah disediakan.
  5. Masak daging dengan api kecil kalau daging mulai lunak hingga bumbu meresap sempurna.

Memasak Daging Sapi dengan Cara Tumis

  1. Potong daging bagian has dalam menjadi tipis-tipis dan tidak terlalu besar.
  2. Bumbui daging dengan bumbu resep keluarga sebelum ditumis. Biasanya, memakai merica, garam, dan minyak zaitun atau bisa juga tambahkan tenderizer (pelunak).
  3. Panaskan wajan, lalu masukkan daging berbumbu itu. Gunakan suhu tinggi (api besar) dan waktu singkat saat mengolahnya.
  4. Angkat daging, lalu tiriskan.

Memasak Daging Sapi dengan Cara Panggang

  1. Potong daging bagian paha melawan serat dengan ukuran agak besar.
  2. Rendam potongan daging dalam cairan bumbu selama 2–3 jam.
  3. Letakkan daging berbumbu dalam pinggang tahan panas, lalu masukkan dalam oven panas.
  4. Suhu untuk memanggang antara 180o–200oC selama 20–30 menit.

Memasak Daging Sapi dengan Cara Rebusan (Buat Kaldu)

  1. Panggang bagian tulang atau bagian sancam (daging dekat paha) hingga kecokelatan.
  2. Memarkan daging agar sari daging tersebut lebih mudah keluar.
  3. Rebus tulang atau daging tersebut dengan api kecil dan waktu yang lama.
  4. Tambahkan bouqet garnie yang terdiri dari pala, merica butiran, kulit wortel, daun bawang, seledri, dan kentang yang diikat menggunakan kain kasa. Hal itu untuk memperkuat aroma.
  5. Matikan kompor kalau air rebusan sudah mendidih.
  6. Saring kaldu ke wadah yang disediakan.

Memasak Daging Sapi dengan Cara Bakar

  1. Potong daging bagian has jadi berukuran kecil.
  2. Rendam daging dalam cairan berbumbu cair selama 1–2 jam hingga bumbu meresap.
  3. Tusuk daging berbumbu ke tusuk sate, lalu bakar di atas bara arang.

Memasak Daging Sapi dengan Cara Goreng

  1. Potong daging bagian has jadi berukuran 1- 2 cm, lalu memarkan.
  2. Rebus potongan daging dalam cairan berbumbu hingga empuk.
  3. Goreng daging dengan minyak berjumlah banyak dan bersuhu sedang.

Tip dan Trik Memasak Daging Kambing

Selain tips memasak daging sapi, juga ada tips memasak daging kambing, nih. Yuk, disimak!

Pramemasak Daging Kambing

  1. Sebelum memasak, jangan mencuci kambing karena pencucian justru membuat aromanya semakin kuat dan liat saat dimasak.
  2. Bungkus daging dengan daun pepaya selama 1 jam atau lumuri dengan nanas parut. Diamkan beberapa saat. Daun pepaya dan nanas dapat melunakkan daging.
  3. Potong daging jadi berukuran sedang, melawan serat dagingnya.
  4. Khusus dalam proses pembuatan satai, lumuri daging dengan bumbu halus, lalu diamkan beberapa saat sebelum dibakar.
  5. Khusus dalam proses masakan berkuah, masukkan daging setelah bumbu ditumis hingga matang. Masak dalam waktu yang lama agar bumbu meresap dan daging empuk.

Memasak Daging Kambing dengan Cara Panggang dan Bakar

  1. Potong daging kambing muda dan bagian has. Jika dibakar langsung di atas bara, potong daging jadi berukuran kecil.
  2. Bumbui daging, lalu diamkan selama 1–2 jam.
  3. Letakkan dalam pinggan tahan panas, lalu panggang dalam oven panas bersuhu 200–230o.
  4. Jika warna daging mulai kecokelatan, turunkan suhu menjadi 120–160o dan tunggu hingga matang.

Memasak Daging Kambing dengan Cara Rebus

  1. Potong daging bagian apa saja jadi berukuran sedang.
  2. Rebus daging dalam air mendidih hingga lunak.
  3. Saring, lalu tiriskan daging.
  4. Masukkan bumbu rempah untuk menyamarkan aroma khas daging kambing ke air yang mendidih, lalu masukkan daging rebusan tadi.

Sahabat Abi Ummi juga bisa menerapkan tips dan trik ini terhadap daging kerbau atau ayam, tapi sesuaikan dengan teksturnya, ya. Ini karena tekstur daging masing-masing punya ciri khas sendiri. Semoga bermanfaat dan selamat berkreasi, Sahabat Abi Ummi!

The Meat Specialist & Protein Solutions